Scroll untuk baca artikel
Bogor TengahKota Bogor

Trotoar Jalan Dewi Sartika Bogor Dijajah PKL, Pejalan Kaki Terganggu

×

Trotoar Jalan Dewi Sartika Bogor Dijajah PKL, Pejalan Kaki Terganggu

Share this article
Trotoar Jalan Dewi Sartika Bogor
Trotoar Jalan Dewi Sartika Bogor

PERDANANEWS.com – Trotoar Jalan Dewi Sartika Bogor Dijajah PKL, Pejalan Kaki Terganggu. Trotoar di Jalan Dewi Sartika, Bogor, kini menjadi tempat berjualan sejumlah pedagang kaki lima (PKL), menyebabkan gangguan bagi pejalan kaki yang hendak melintas. Dalam pantauan Kompas.com, terlihat banyaknya PKL yang menjajakan berbagai barang dagangan di atas trotoar, mulai dari makanan, minuman, hingga aksesoris rumah tangga. Fenomena ini telah mengubah fungsi utama trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki menjadi tempat berjualan.

Bukan hanya sekadar berjualan di atas trotoar, beberapa PKL juga menggeser gerobak dagang mereka ke jalur kuning yang seharusnya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Hal ini menyulitkan pejalan kaki untuk melintas, karena trotoar yang seharusnya bisa dilalui oleh dua orang kini hanya bisa dilalui dari satu arah. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan.

Example floating

Trotoar Jalan Dewi Sartika Bogor

Salah satu warga yang melintas, Acih (50), mengekspresikan kekecewaannya terhadap kondisi trotoar yang sudah kehilangan fungsinya sebagai tempat berjalan. “Sayang banget trotoar untuk pejalan kaki harus dibagi-bagi juga sama pedagang. Kita kalau jalan jadi gak nyaman aja,” ujar Acih seperti dikutip Perdananews.com dari Kompas.com. Pengalaman serupa juga dialami oleh Yusuf (44), yang merasa terganggu dengan keberadaan PKL di trotoar. Ia mengakui bahwa terkadang terpaksa menggunakan bahu jalan yang berisiko tinggi untuk melintas.

Menanggapi fenomena ini, Hasan (53), seorang pejalan kaki lainnya, mengamati bahwa masalah serupa sering terjadi di kota-kota besar, termasuk Bogor. Baginya, kurangnya penertiban dan pengawasan dari aparat setempat menjadi faktor utama mengapa trotoar digunakan oleh PKL sebagai tempat berjualan. “Coba dicek lagi penertibannya gimana. Trotoar yang banyak dipakai dagang itu karena mungkin kurangnya penertiban, atau ada tapi gak didengar,” ujar Hasan.

Keberadaan PKL di trotoar tidak hanya menjadi masalah bagi pejalan kaki, tetapi juga menimbulkan dampak negatif lainnya, seperti kemacetan lalu lintas dan penurunan estetika kota. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini. Trotoar seharusnya menjadi fasilitas yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki, bukan tempat berjualan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

(red/pni)

Baca Juga: Bergabung Bersama AFC Life Science: Kisah Sukses Herti Sitorus dan Kesempatan Bisnis Bersama AFC


*) Follow Official WhatsApp Channel Perdana News untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Author