Scroll untuk baca artikel
Pilpres 2024

Strategi Terakhir Prabowo-Gibran dalam Catur Politik

×

Strategi Terakhir Prabowo-Gibran dalam Catur Politik

Share this article
Strategi Terakhir Prabowo-Gibran dalam Catur Politik
Fahri Hamzah | Jubir TKN Prabowo Gibran

PERDANANEWS.com – Strategi Terakhir Prabowo-Gibran dalam Catur Politik. Debat politik seringkali menjadi ajang panas yang penuh dengan argumen dan ketegangan. Namun, dalam debat terakhir jelang Pemilu, suasana terlihat lebih kondusif. Apakah ini merupakan strategi terakhir dalam catur politik? Seperti yang disampaikan dalam debat Pamungkas, ada beberapa pertanda yang menunjukkan migrasi dukungan dari berbagai pihak ke Prabowo-Gibran.

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah, menyatakan bahwa pasangan tersebut menerima banyak dukungan dari berbagai kalangan, termasuk dari para pemimpin yang sebelumnya tidak sejalan. “Semua paslon sudah setuju dengan arah perubahan, bahkan yang paling parah Pak Ganjar dan Pak Mahfud tiba-tiba jadi oposisi last minute,” ungkapnya.

Example floating

Strategi Terakhir Prabowo-Gibran dalam Catur Politik

Namun, pertanyaannya adalah, mengapa suasana debat terakhir begitu kondusif? Apakah ini merupakan strategi yang direncanakan atau hanya kebetulan semata? Menurut Fahri Hamzah, ada kemungkinan bahwa ini memang bagian dari strategi yang disusun dengan matang. “Debat Pamungkas biasanya selalu panas, namun kemarin kondusif banget. Apa jalan-jalan ini strategi memang?” tanyanya.

Dalam menjawab pertanyaan ini, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa strategi dalam kontestasi pemilu tidak selalu harus mengikuti arus panas. Terkadang, strategi yang lebih tenang dan rasional dapat lebih efektif dalam menarik dukungan dari berbagai kalangan. “Dalam cara kita mengatur kontestasi pemilu, sebenarnya kita tidak terlalu mengatur konten yang akan kita perdebatkan secara permanen. Itu adalah konsekuensi dari sistem yang tidak mengatur pertarungan secara bertahap,” jelasnya.

Namun demikian, kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan tentang substansi dari pertarungan politik itu sendiri. Apakah pertarungan ini hanya sebatas permukaan tanpa adanya perdebatan yang substansial? Menurut Fahri Hamzah, dalam sebuah debat seharusnya ada tiga tahapan yang harus dilalui secara serius.

“Pertama, pertarungan antara partai politik. Kedua, perdebatan tentang cara kerja partai. Dan yang terakhir, perdebatan antar tokoh kandidat,” paparnya.

Tentu saja, strategi ini tidak lepas dari keberhasilan Prabowo-Gibran dalam menarik dukungan dari berbagai pihak. Prabowo sendiri dikenal sebagai figur yang populer dan memiliki basis massa yang kuat. “Pak Prabowo adalah kandidat paling populer dan memiliki dukungan yang solid dari pendukungnya. Kemunculan pasangan lain di tengah jalan dengan gagasan yang tidak jelas hanya membuatnya semakin diuntungkan,” tambahnya.

Namun, perlu diingat bahwa strategi politik tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai kelemahan yang muncul di berbagai pihak, termasuk di kubu lawan. Hal ini terlihat dari beberapa insiden, seperti mundurnya Muhaimin dan Anis sebagai oposisi yang sebenarnya, namun kemudian beralih menjadi pendukung Prabowo-Gibran.

Dalam konteks politik, perubahan memang menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun, substansi dari perubahan tersebut juga harus dipertanyakan. Apakah perubahan tersebut hanya sebatas slogan atau benar-benar memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat?

Pertarungan politik tidak hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi juga tentang bagaimana ide dan gagasan dapat diwujudkan untuk kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan calon untuk tidak hanya fokus pada strategi politik semata, tetapi juga pada substansi dari program-program yang mereka usung.

(red/pni)

Baca Juga: Bergabung Bersama AFC Life Science: Kisah Sukses Herti Sitorus dan Kesempatan Bisnis Bersama AFC


*) Follow Official WhatsApp Channel Perdana News untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Author