Scroll untuk baca artikel
Pilpres 2024

Fahri Hamzah: Kalau Mbak Puan atau Pak Ganjar mau, Gak Ada Gibran!

×

Fahri Hamzah: Kalau Mbak Puan atau Pak Ganjar mau, Gak Ada Gibran!

Share this article
Mbak Puan atau Pak Ganjar
Mbak Puan atau Pak Ganjar

PERDANANEWS.com – Fahri Hamzah: Kalau Mbak Puan atau Pak Ganjar mau, Gak Ada Gibran!. Dalam dinamika politik yang semakin menghangat menjelang Pemilihan Umum, strategi terakhir menjadi krusial bagi setiap pasangan calon. Salah satu pasangan yang sedang menjadi sorotan adalah Prabowo-Gibran. Dalam strategi terakhir mereka, peran Fahri Hamzah sebagai pengawal utama terlihat semakin signifikan.

Dalam debat politik yang tengah berlangsung, perdebatan tentang internet gratis menjadi sorotan. Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Prabowo yang dikritik oleh Ganjar soal internet gratis dengan menyatakan, “Internet gratis ini kan jalan kan pembangunan BTS kita kan berjalan juga meskipun ada korupsi BTS 48 4.” Dia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti BTS terus berjalan, meskipun ada dugaan korupsi.

Example floating

Namun, argumen Fahri tidak hanya berkutat pada isu infrastruktur semata. Dia juga menyoroti isu Bansos yang dianggap tidak tepat sasaran oleh Anis Baswedan. “Pak Anis tidak cerita sejarah Bansos itu. Bansos itu muncul di mata anggaran, dan itu tidak di satu departemen. Dipanggillah kementerian-kementerian ke badan anggaran DPR, hadirlah semua partai lalu menyepakati. Kalau kita tetapkan ada Bansos ya setuju diketok. Itu sudah diputuskan, sudah dianggarkan. Saya kira tidak ada yang salah,” tegasnya.

Menariknya, Fahri juga menyoroti perubahan sikap beberapa tokoh politik yang pada awalnya kritis terhadap Prabowo-Gibran namun kemudian berbalik mendukung. “Ada yang beliau (Prabowo) bagikan, enggak seberapa. Kalau Pak Jokowi memang dari dulu saya lihat tuh di mobilnya itu selalu ada buku, tulis, ya selalu ada baju gitu yang dia rasa masyarakat kalau dia datang tuh dia selalu ingin menerima sesuatulah gitu karena ini presidennya datang dan sebagainya,” ujarnya.

Namun, perubahan dukungan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang substansi dari perubahan tersebut. Apakah hanya sebatas dukungan politik semata atau memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat? Fahri menjelaskan bahwa Prabowo adalah sosok yang konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. “Saya melihat Pak Prabowo sebagai sosok yang juga tidak buta dengan kemungkinan melakukan perbaikan-perbaikan. Justru saya mendukung Pak Prabowo secara konsisten sejak Pemilu 2014,” katanya.

Fahri Hamzah: Kalau Mbak Puan atau Pak Ganjar mau, Gak Ada Gibran!

Tentu saja, strategi politik tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai kelemahan yang muncul di berbagai pihak, termasuk di kubu lawan. Hal ini terlihat dari perubahan sikap beberapa tokoh politik yang pada awalnya kritis terhadap Prabowo-Gibran namun kemudian berbalik mendukung. “Ini kan menjadi kompleks karena kita berada dalam satu sistem yang fragile. Enggak ada konsistensi dalam mekanismenya. Kalau kemarin mbak Puan atau Pak Ganjar mau jadi wakil Pak Prabowo, kan enggak ada Gibran,” jelas Fahri.

Namun demikian, meskipun terdapat tantangan dalam menjalankan strategi politik terakhir, Prabowo-Gibran tetap berupaya untuk memenangkan hati masyarakat dengan menawarkan solusi dan program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama. Dengan dukungan dari tokoh-tokoh politik yang terus bergeser, Prabowo-Gibran memiliki peluang untuk meraih dukungan yang lebih luas dalam pertarungan politik mendatang.

(red/pni)

Baca Juga: Bergabung Bersama AFC Life Science: Kisah Sukses Herti Sitorus dan Kesempatan Bisnis Bersama AFC


*) Follow Official WhatsApp Channel Perdana News untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Author