Scroll untuk baca artikel
Politik

Fahri Hamzah Cemaskan Intimidasi Politik, Mendorong Perlunya Rekonsiliasi Nasional

×

Fahri Hamzah Cemaskan Intimidasi Politik, Mendorong Perlunya Rekonsiliasi Nasional

Share this article
Fahri Hamzah Cemaskan Intimidasi Politik
Fahri Hamzah Cemaskan Intimidasi Politik

PERDANANEWS.comFahri Hamzah Cemaskan Intimidasi Politik, Mendorong Perlunya Rekonsiliasi Nasional. Perkembangan politik jelang Pemilihan Umum 2024 semakin dipenuhi dengan dinamika tinggi. Pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menyindir adanya intimidasi seperti era Orde Baru, memicu respons dari Fahri Hamzah, jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Dalam tanggapannya, Fahri mengungkapkan keprihatinannya dan mendorong perlunya rekonsiliasi nasional.

“Ini yang saya cemaskan. Sebaiknya para senior bangsa ini tidak perlu ditarik dalam konflik pemilu. Mereka harusnya adalah cadangan bagi persatuan nasional. Mereka harusnya ada dalam posisi penjaga irama permainan agar tetap dingin,” ujar Fahri kepada wartawan, mengekspresikan kekhawatiran atas potensi konflik yang dapat melibatkan tokoh-tokoh senior.

Army Setyo Wibowo

Fahri Hamzah Cemaskan Intimidasi Politik

Fahri menekankan perlunya menjaga kesatuan bangsa dan menyarankan agar mantan presiden dan wakil presiden yang pernah menjabat dijaga sebagai simbol persatuan. Dia mengusulkan pembangunan kantor khusus bagi mereka, yang dapat terlibat dalam proses rekonsiliasi nasional.

“Saya tidak bicara tentang beliau saja, tetapi tentang semua mantan presiden dan wakil presiden. Mereka harus kita jaga sebagai simbol dari persatuan kita,” kata Fahri, mencerminkan pandangan bahwa keberadaan tokoh-tokoh senior dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi ketegangan politik.

Fahri juga menyoroti peran khusus bagi Ketua Umum Partai Gelora, Prabowo Subianto, jika terpilih sebagai presiden. Menurutnya, para mantan pemimpin bangsa harus memiliki keterlibatan aktif dalam rekonsiliasi nasional. Usulan ini mencerminkan kebutuhan akan stabilitas dan persatuan di tengah kerumitan politik.

Baca Juga: PKS Incar 80 Persen Suara AMIN di Kota Bogor, Sebut Ibukota Tetap Jakarta