Scroll untuk baca artikel
Dunia

Serangan Terhadap RS Al-Shifa, Israel Kena Batunya!

×

Serangan Terhadap RS Al-Shifa, Israel Kena Batunya!

Share this article
Serangan Terhadap RS Al-Shifa, Israel Kena Batunya!
Serangan Terhadap RS Al-Shifa, Israel Kena Batunya!

PERDANANEWS.com – Serangan Terhadap RS Al-Shifa, Israel Kena Batunya!. Aksi serangan Israel terhadap Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, Palestina, telah menciptakan gelombang kecaman internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pihak Israel mendeskripsikan serangan tersebut sebagai respons terhadap penggunaan RS Al-Shifa sebagai markas operasi oleh Hamas di Gaza.

Menurut laporan Guardian, dampak serangan terhadap rumah sakit tersebut menciptakan kecaman dari berbagai negara, termasuk negara-negara Arab dan Barat. Organisasi bantuan internasional, termasuk PBB, menyatakan keprihatinan mereka terhadap dampak serangan tersebut terhadap staf dan pasien rumah sakit.

Army Setyo Wibowo

Kondisi ini membuat Israel menghadapi tekanan internasional yang signifikan, bahkan dari Amerika Serikat (AS). Pernyataan AS mengecam operasi militer terhadap rumah sakit tersebut, dengan menegaskan bahwa mereka tidak mendukung keputusan Israel. PBB turut bersuara mengenai peristiwa tersebut, dan dalam menghadapi tekanan global, Israel mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan konvoi bantuan melalui penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir.

Kepala badan kemanusiaan PBB, Martin Griffiths, menyatakan kekecewaannya atas serangan terhadap RS Al-Shifa. “Perlindungan terhadap bayi baru lahir, pasien, staf medis, dan seluruh warga sipil harus mengesampingkan semua kekhawatiran lainnya. Rumah sakit bukanlah medan pertempuran,” ujarnya.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga mengungkapkan keprihatinannya dan menyampaikan bahwa WHO kehilangan kontak dengan staf di RS Al-Shifa, menyatakan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka dan pasien.

Komite Palang Merah Internasional dan berbagai badan bantuan lainnya menyatakan keprihatinan mereka terhadap dampak serangan terhadap warga sipil, staf medis, dan pasien. Philippe Lazzarini, kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina, menyebut operasi di Gaza berada di ambang kehancuran, terutama terkait akses air bersih yang sangat terbatas.

Reaksi Pemimpin Dunia Terhadap Konflik Gaza

Sejumlah pemimpin dunia turut angkat suara mengecam tindakan Israel di Gaza. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam kritik kerasnya, menyerukan agar pemimpin Israel diadili atas kejahatan perang di pengadilan internasional di Den Haag. Erdogan menyatakan bahwa Israel adalah “negara teror.”

Komentar Erdogan mendapat tanggapan keras dari Israel. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut bahwa Israel tidak akan mengambil pelajaran moralitas dari Erdogan, yang menurutnya memiliki catatan hak asasi manusia yang buruk.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengecam tindakan Israel dengan menyerukan agar pasukan Israel berhenti “membunuh bayi.” Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negara-negara barat tidak boleh menggunakan standar ganda dalam menilai konflik.

Dukungan Publik AS Terhadap Perang Israel

Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa dukungan publik AS terhadap perang Israel mengalami penurunan, dan sebagian besar warga Amerika berpendapat bahwa Israel harus menyerukan gencatan senjata. Sebanyak 32% responden berpendapat bahwa “AS harus mendukung Israel,” turun dari 41% dalam jajak pendapat sebelumnya. Sementara itu, 68% responden mendukung pernyataan bahwa “Israel harus menyerukan gencatan senjata dan mencoba bernegosiasi.”

Israel Dikecam, Mencari Bukti Penggunaan RS Al-Shifa oleh Hamas

Meskipun Israel mengklaim bahwa RS Al-Shifa digunakan sebagai markas besar Hamas, tekanan internasional meningkat agar Israel memberikan bukti yang meyakinkan terkait klaim tersebut. Israel menyebut telah menemukan senjata dan “infrastruktur teror” di satu lokasi di dalam rumah sakit.

Meski demikian, beberapa negara dan organisasi kesulitan mempercayai klaim Israel mengingat situasi yang sangat tegang. Gedung Putih, misalnya, menyatakan memiliki informasi intelijen yang menunjukkan penggunaan rumah sakit oleh Hamas namun menegaskan tidak mendukung serangan udara terhadap RS Al-Shifa.

Dampak dan Kontroversi Serangan Terhadap RS Al-Shifa

Serangan Israel terhadap RS Al-Shifa di Gaza menciptakan dampak besar tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. Gelombang kecaman dari berbagai negara, bersamaan dengan permintaan bukti terkait klaim Israel, menandai tingkat kontroversi tinggi dalam konflik ini.

Pertanyaan besar yang muncul adalah berapa lama Israel dapat melanjutkan serangannya mengingat berkurangnya dukungan internasional dan tekanan global yang semakin meningkat. Situasi di Gaza semakin kompleks dengan konsekuensi kemanusiaan yang sangat merugikan, dan upaya untuk mencapai gencatan senjata dan penyelesaian damai menjadi semakin mendesak.

(red/pni)