PERDANANEWS.COM – Banyak orang di dunia masih menganggap cryptocurrency masih seperti lelucon atau candaan belaka. Akan tetapi ada satu koin yang menjadi bersinar dalam dua bulan terakhir ini, yang tidak diprediksikan oleh banyak orang sebelumnya. Yakni Shiba Inu Coin.

Koin Shiba Inu, dibuat pada Agustus 2020 oleh orang tak dikenal yang menyebut dirinya Ryoshi, disebut sebagai alternatif Dogecoin dengan istilah Dogecoin Killer. Pembunuh Dogecoin. Dengan otomatisjuga dibuat sebagai opsi alternatif Bitcoin. Shiba Inu yang awalnya seolah-olah tidak diinginkan. Sekarang terdaftar di bursa crypto utama seperti Binance dan Coinbase melalui kekuatan meme, komunitas, kegigihan shiba army berlogo seekor anjing lucu ras jepang asli Shiba Inu.

Sebuah situs web yang memposting whitepaper koin (atau lebih tepatnya Woof Paper) menyebutnya “Usaha dalam pembangunan komunitas yang terdesentralisasi.” Shiba Inu dibangun di atas blockchain Ethereum, seperti banyak koin lainnya. Secara desain, masing-masing bernilai masih sangat kecil—$0,0000078 pada hari Kamis 17 Juni 2021. Akan tetapi termasuk dalam jajaran 32 koin atau token yang memiliki marketcap terbesar.

Dalam dunia cryptocurrency Semakin murah koinnya, semakin besar potensi komunitasnya. Kapitalisasi pasar koin Shiba sekarang sekitar $3 miliar, tetapi naik lebih dari $10 miliar bulan lalu. Ini adalah cryptocurrency paling berharga ke-32, menurut coinmarket.com.

Woof Paper yang dirilis pengembang mencakup pembahasan klaim filosofis tentang desentralisasi yang umum di dunia kripto. Bahwa uang dan transaksi tidak boleh terpusat, semua harus terdesentralisasi. Dan, seperti Dogecoin, ia menggunakan Shiba Inu—jenis anjing dari Jepang—sebagai maskotnya. Salah satu prinsip koin adalah bahwa masyarakat mencintai anjing. Juga, ia telah menerima gelar “pembunuh Dogecoin”.

Para pendiri Shiba Inu bahkan mengirim 50 triliun koin, senilai $ 1 miliar pada saat itu, kepada co-creator Ethereum Vitalik Buterin. Yang diketahui dengan cepat membuangnya 40 persen untuk diburn/dibakar. 5 persen dengan mentransfernya ke dana bantuan Covid untuk Crypto Relief India—pada saat itu, koin Shiba Inu secara singkat merosot 50%.

Situs web Shiba mengatakan bahwa komunitas tersebut memiliki 520.000 investor modal dan terus berkembang, memperluas jangkauannya saat meme dan filosofinya menyebar di media sosial. Sementara itu, banyak pengelola pasar crypto sangat ingin mendatangkan pengguna dan volume baru dengan penjualan Shiba Inu karena perdagangan Bitcoin relatif lemah dalam beberapa minggu terakhir. Shiba Inu telah terdaftar di bursa utama seperti Binance.

Pada hari Selasa, Coinbase Global (ticker: COIN) mengatakan akan mencantumkan koin Shiba Inu pada platform Coinbase Pro-nya. Yang diketahui merupakan pendahulu untuk terdaftar untuk semua pengguna Coinbase ritel. Selain itu, penggemar Shiba memulai petisi untuk mencoba meyakinkan aplikasi trading crypto Robinhood agar mencantumkan koin Shiba Inu. Pada hari Kamis 17 Juni 2021, Petisi itu memiliki 156.000 tanda tangan.

Baca Juga: Baby Shark Token Sedang Populer, Setelah Sumbang Gili Shark 2 Kali

Perdananews