PERDANANEWS.COM – Kepedulian kelestarian akan alam Indonesia khususnya di Pulau Gili Nusa Tenggara Barat kembali diperlihatkan oleh Baby Shark Token. Baby Shark Token, adalah koin kripto yang baru dirilis ke publik awal mei 2021 fokus kepada pelestarian alam khususnya lautan. Diketahui Baby Shark Token adalah cryptocurrency yang netral karbon. Setiap transaksi menghasilkan dana untuk membantu menyelamatkan lautan. Tim, komunitas, dan fokus Baby Shark Token memiliki cakupan global, karena semua bekerja sama untuk membuat perbedaan yang berdampak positif terhadap lingkungan.

Baby Shark Token Donasi US$ 10.000 Kedua untuk Bantu Program Coral Catch Gili Shark Conversation

“ BabyShark Token merasa rendah hati, dan merasa terhormat dapat memberikan sumbangan kedua kami ke Konservasi Hiu Gili https://www.gilisharkconservation.com/Project. Kami tidak dapat melakukannya tanpa Anda semua di luar sana yang mendukung BabyShark Token. Gili adalah salah satu mitra pertama Baby Shark Token tidak lama setelah diluncurkan, dan sungguh menakjubkan melihat seberapa besar dampak positif donasi kami terhadap proyek mereka. “ Seperti dilansir dari situs resminya, babysharktoken.com.

Seperti dilansir dari Perdananews.com donasi pertama Baby Shark Token untuk Proyek Konservasi Hiu Gili hanya beberapa minggu yang lalu pada tanggal 2 Juni sebesar $10.000. Baca di (Sumbang Gili Shark Conversation 10 Ribu Dollar, Baby Shark Token DeFi yang Potensial).

Sumbang Gili Shark Conversation 10 Ribu Dollar, Baby Shark Token DeFi yang Potensial

Donasi kali ini membantu mendanai kegiatan masyarakat, pembersihan bawah air, dan memulai kembali proyek Coral Catch. Sumbangan kedua sebesar $10.000 akan sebagian besar ditujukan untuk proyek Coral Catch. Tujuan utama Coral Catch adalah untuk memulihkan daerah di sebelah utara Gili Air yang menjadi tempat berkembang biaknya hiu karang sirip hitam.

Sayangnya, kawasan ini secara historis telah terkena dampak penangkapan ikan dengan dinamit, pemutihan karang, pembangunan pesisir, pengelolaan limbah yang buruk, penambatan, lalu lintas kapal yang padat, dan aktivitas gempa.

Tahap 2 Coral Catch menggabungkan dua isu lokal utama. Kerusakan lingkungan dari sistem terumbu besar, dan kurangnya perempuan lokal di industri konservasi dan menyelam di sekitar Kepulauan Gili dan Lombok.

Sumbangan Konservasi Hiu Gili

Donasi ini merupakan langkah maju lainnya dalam membantu perluasan situs restorasi karang dan peternakan karang, serta mendorong dan memberdayakan perempuan Kepulauan Gili dan Lombok untuk meniti karir di bidang scuba diving (ilmiah).

Tim peneliti Coral Catch akan menjadi tim restorasi karang lokal wanita lengkap pertama di dunia, dan akan melatih dan mensertifikasi dua belas wanita lokal dari Kepulauan Gili dan Lombok sebagai Perairan Terbuka dan Penyelam Ilmiah.

Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan komunitas perempuan yang bersatu dalam mengadvokasi laut yang sehat dan bekerja sama untuk memulihkan terumbu karang di Indonesia. BabyShark Token dengan bangga memainkan peran yang rendah hati dalam mewujudkannya.

(PNI/Crypto)

Perdananews