PERDANANEWS.COMAplikasi Menolak Legalisasi MirasAplikasi Tolak Miras. Trending dibicarakan masyarakat mengenai Perpres nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan miras atau minuman beralkohol dari skala industri hingga skala perdagangan eceran dan kaki lima sebagai Daftar Investasi Positif (DPI).

Berbondong-bondong elemen masyarakat menolak Perpres tersebut karena bahaya dan madharatnya jauh lebih besar ketimbang manfaatnya.

Jangankan dilegalkan, tidak dilegalkan saja tiap hari ada orang meninggal gegara miras. Bagaimana pemerintah menganggapnya sebagai DPI sementara hampir setiap hari di Koran-koran, media online, berita elektronik dan lainnya disebutkan adanya korban jiwa karena tegak miras.

Trendingnya masyarakat membicarakan menolak perpres miras  di laman pencarian adalah mereka mencari aplikasi menolak miras yang barangkali secara cepat dapat menyampaikan aspirasi mereka. Sebab di zaman digital ini hampir semua aktifitas masyarakat sudah bisa dilakukan dengan aplikasi.

Ramai Netizen Cari Aplikasi Menolak Legalisasi Miras

Namun hasil penelusuran dari perdananews belum ditemukan adanya aplikasi menolak legalisasi miras baik di play store maupun app store.

Pantauan perdananews pencarian netter kepada “aplikasi menolak legalitas miras” bertengger di peringkat pertama google trends dengan lebih dari 950 persen pencarian. Senin, (1/3/21)

Bertengger di urutan ke 3 google trends adalah pencarian dengan keywoard “aplikasi saya menolak legalisasi miras” dengan pencarian lebih dari 850 persen pencarian.

Berikut di urutan ke 7 juga trending pencarian dengan keywoard aplikasi menolak miras dengan angka pencarian lebih dari 400 persen  pencarian. Kemudian di urutan ke 10 pencarian netter tentang miras trending dengan keywoard aplikasi tolak miras dengan angka pencarian lebih dari 350 persen

Jika dipantau dari headline yang diangkat beberapa media mainstream ditemukan bahwa hampir semua ormas besar menolak perpres legalisasi miras tersebut.

Ini menandakan bahwa seluruh elemen masyarakat, sangat menyadari bahaya besar sedang mengancam Indonesia dengan adanya pelegalan miras tersebut.

Pertanyaannya apakah pemerintah akan mengikuti ego kekuasaan dengan tidak menggubris keberatan masyarakat atau membatalkan perpres tersebut demi menyelamatkan generasi bangsa di masa mendatang.

Sebagaimana pencarian netter mengenai aplikasi ini maka ini menjadi tantangan tersendiri bagi para programer untuk menjawab keinginan masyarakat yang menghendaki adanya aplikasi menolak legalisasi miras.

So apakah dalam waktu dekat para progremer akan mewujudkan keinginan masyarakat ataukah sebaliknya para progremer justru takut membuat aplikasi ini karena takut ditekan dan atau bahkan dihukum oleh pemerintah. Kita tunggu jawabannya. (sbr/pn)

Perdananews