by

Gelora Kritik Keras, PAN Apresiasi Presiden

PERDANANEWS.COM – JAKARTA – Gelora Kritik Keras, PAN Apresiasi Presiden . Ketakutan parta-partai kecil serta partai pendatang baru dengan adanya revisi undang-undang pemilu yang akan digunakan pada pemilu 2024 santer terdengar.

Salah satu partai pendatang baru yang keras mengkritik serta meminta pemerintah tidak meloloskan perubahan UU Pemilu tersebut adalah partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora Indonesia).

Wakil Ketua Umum Gelora Indonesia Fahri Hamzah meminta pemerintah dan DPR  tidak sering mengubah Undang-undang (UU) Pemilu, karena bisa mengganggu stabilitas demokrasi di Indonesia.

“Persentase naik turun angka itu,  merupakan gangguan yang terus-menerus terhadap demokrasi kita. Dan itu tidak relevan. Jadi menurut saya revisi UU Pemilu itu tidak terlalu penting, dan tidak ada dasarnya,” kata Fahri dalam keterangannya, Kamis (29/1/2021).

Dayung bersambut. Presiden Jokowi menolak revisi undang-undang pemilu tersebut dan mendapatkan apresiasi dari Partai Amanat Nasional.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Partai Amanat Nasional  (PAN) bersyukur Presiden Jokowi menolak RUU Pemilu te rsebut. Sedari awal  PAN adalah partai parlemen yang keras menyatakan  penolakannya terhadap revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tersebut.

Perdananews