by

Partai Gelora Kota Bekasi Ingatkan Pemkot Bekasi soal Bantuan Sosial Tunai (BST)

PERDANANEWS.comPartai Gelora Kota Bekasi Ingatkan Pemkot Bekasi soal Bantuan Sosial Tunai (BST). Dalam    penyaluran    Bantuan    Sosial    Covid    19    pemerintah    pusat    mengubah penyalurannya  yaitu  dalam  bentuk  dana  tunai  yang  dimana  sebelumnya    penyaluran Bansos  dalam  bentuk  sembako,  dalam  hal  ini  Dinas  sosial  (Dinsos)  kota  Bekasi  menyatakan penyaluran bantuan presiden (banpres) dari pemerintah pusat untuk Kota Bekasi mulai 2021, disalurkan dalam bentuk tunai atau bantuan sosial tunai (BST).

Kepala   Bidang   Penanggulangan   Masyarakat   Miskin   Dinsos   Kota   Bekasi,   Yeni Suharyani,  menuturkan,  BST  diberikan  kepada  197.380  keluarga  (KK)  di  Kota  Bekasi. Setiap   KK   menerima   transfer   Rp   300   ribu   per   bulan   dari   Kementerian   Sosial (Kemensos).

“Untuk tahun 2021 ada bansos dari Kemensos, hanya bentuknya tunai atau BST. Kota Bekasi diberi kuota oleh pusat sebanyak 197.380 KK,” jelas Yeni. (www.republika.id)

Menyikapi Bansos Covid 19 dalam bentuk tunai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Gelora kota Bekasi Ariyanto Hendrata angkat bicara “Partai Gelora Kota Bekasi mengapresiasi  segala  bentuk  perhatian  pemerintah  pusat  maupun  pemerintah  daerah dalam  penanggulangan  masalah  sosial  akibat  dampak  pandemic  covid  19  baik  dalam bentuk sembako atau pun bantuan tunai, namun kami juga harus mengingatkan kepada pemerintah sebagai pihak penyalur harus tetap menjaga kepercayaan masyarakat yaitu dengan  cara  menjunjung  tinggi  nilai  transparansi  dan  integritas  dalam  melakukan pengelolaaan  keuangan  bansos  dan  juga  penyalurannya  sehingga  tepat  sasaran  dan juga  di  rasakan    oleh  masyarakat  kemanfaatannya  jangan  sampai  kasus-kasus  yang terjadi di pusat kembali terulang di daerah” ungkap Ariyanto.

“jadi sifatnya kami mengingatkan sebagai anak bangsa agar pemerintah daerah betul betul  melaksanakan  amanah  menyampaikan  kepada  yang  berhak  sesuai  dengan jumlah dan juga regulasi yang berlaku, kita berharap pemerintah daerah mawas diridan juga  komitmen  dalam  memberikan  pelayanan  terbaik  khususnya  dalam  penyaluran Bansos Tunai ini” lanjut Ariyanto yang juga mantan anggota legislatif  dua  periode  di kota bekasi.

Di  sampaikan  juga  data  penerima  Bansos  Covid-19  yang  diberikan  pemerintah  pusat kepada warga Kota Bekasi berkurang 30.402 KK dibandingkan periode Desember 2020. Hal  itu  terjadi  setelah  adanya  proses  verifikasi  ulang  yang  dilakukan  padaAgustus hingga November 2020.

Kepala  Seksi  Data  Bidang  Penanggulangan  Masyarakat  Miskin  Dinsos  Kota  Bekasi, Tentrem, menuturkan, bansos ataupun banpres sudah didistribusikan sebanyak 12 kali di  Kota  Bekasi  sejak  pandemi  Covid-19.  Namun,  memang  penerimanya  di  periode tertentu berubah sesuai data yang diberikan pemerintah pusat. “Data dari awal kalau yang bansos pemerintah pusat berbeda-beda.  Dari  tahap  satu sampai  delapan  sejumlah  197.180  KK,  dari  bulan  April-September.  Kemudian,  di Agustus ada verifikasi ulang,” kata Tentrem, belum lama ini. (www.republika.id)

Proses verifikasi ulang berlangsung sebanyak dua kali. Pertama, pada September 2020. Saat itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengusulkan 172.871 KK penerima bansos hingga Desember 2020. Namun, Kemensos hanya mengabulkan sebanyak 163.832 KK sebagai penerima. (PN/PGBekasi)

Perdananews