by

Pria di Gianyar Bali Gantung Diri Karena Hutang

PERDANANEWS.COM – BALI – Pria di Gianyar Bali  Gantung Diri Karena Hutang. Pengaruh pandemic civid-19 benar-benar memporak porandakan prekonomian rakyat dunia. Demikian juga dialami oleh sebagian rakyat Indonesia. Sehingga seorang ustaz mengibaratkan masa pandemic ini dengan beberapa istilah yang sama dengan istilah covid-19 namun dengan maksud yang berbeda.

Dalam sebuah tayangan TV swasta seorang ustaz mengatakan saat menjawab kewajiban memberikan nafkah buat keluarga istri, orang tua dan mertua. Ustaz itu membuat beberapa istilah yang membuat pemirsa terpana namun juga sekaligus ingin tertawa.

“Sekarang banyak orang OTG = orang terkena gangguan, kenapa banyak terkena gangguan karena terjadi ODP = orang drop penghasilan, kenapa drop penghasilan karena PDP = Pekerja di Pehaka, setelah itu yang terjadi  adalah PSBB = penghasilan sedikit,  beban banyak”, kata ustaz itu sembari melihat pemateri lainnya yang tertawa renyah.

Barangkali itu yang terjadi pada seorang pria berinisial IMH (34) yang ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya, di Desa Taro, Kacamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Kamis (7/1/21).

Korban nekad melakukan gantung diri karena tidak kuat menahan beban hidup yang semakin berat terlebih pria tersebut diduga terjerat utang yang tidak mampu dia bayar.

“Motifnya karena punya utang. Penguburannya tadi pukul 17.00 Wita, di kuburan Desa Adat Taro Kelod,” tutur Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita, Kamis (7/1/21).

Ceritanya bermula saat sekitar pukul 5:30 Wita, orang tua korban, I Ketut Darsana mendapati anaknya mati dengan kondisi sangat tragis yakni telah gantung diri ketika pergi ke dapur dan hendak memasak air.

Perdananews