by

Pengalaman Bersama Nakes (Tenaga Kesehatan)

Positive sight itulah yang disebut sebagai gratitude intervention oleh Locklear et.al.

–  Strengthen motivation to behave prosocially. 

Menguatkan motivasi untuk bertindak secara lebih sosial.  Kita berempati terhadap para nakes sebagai bagian dari masyarakat kita.

–  Foster close interpersonal relationships. 

Mendorong hubungan interpersonal yang lebih dekat.  Melihat para nakes tidak saja sebagai orang yang merawat kita, tapi juga mitra kita untuk sama-sma berjuang melawan covid.

–  Improve self-control. 

Meningkatkan kontrol pribadi.  Kita memahami bahwa ini persoalan bersama, kita juga bertanggungjawab untuk bisa mengendalikannya.  Motivasi untuk cepat sembuh, membantu meringankan pekerjaan para nakes itu.

–  Enhance feelings of support.  

Mengembangkan perasaan untuk mendukung orang lain.  Para nakes butuh dukungan dan kerjasama dari kita sebagai pasien.

Nampaknya ke empat hal inilah yang rasa-rasanya perlu kita kembangkan, untuk sedikitnya membangun hubungan yang tidak sekedar hubungan fungsional, tetapi juga hubungan sebagai manusia biasa.  Mereka juga butuh perhatian kita sebagai pasien dengan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan.

Ketika kemarin dokter Wahyu mengatakan, “Selamat ya pak, akhirnya Bapak bisa merasakan betapa nyamannya Bapak bisa pulang ke rumah”.

Saya kemdian tertegun sejenak.  Dalam pikiran saya kembali terbayang.  Kami para pasien bisa pulang, seminggu, dua minggu, tiga minggu, atau sebulan.  Tapi mereka, para nakes itu, belum tahu kapan mereka akan pulang kumpul secara normal dengan para keluarga mereka. 

Saya juga ingin mengucapkan hal yang sama kepada mereka, “Selamat ya dok, selamat ya suster, selamat ya mas, selamat ya bu … sekarang bapak ibu bisa merasakan pulang ke rumah dan ketemu keluarga”.

Saya ingin mengucapkan itu segera.  Tapi entah kapan.

(betapa tambah tidak mengertinya saya, ketika masih ada di antara kita yang berteori tentang covid, tentang konspirasi, tentang rekayasa, mengabaikan protokol kesehatan dan sejenisnya, di tengah sebagian saudara kita yang menderita karena virus dan mereka yang berjuang dengan taruhan nyawa untuk menyelamatkan nyawa sesama) (red Perdananews)

Bogor, 26 November 2020.

Nurcahyo Adi

Perdananews