by

Pengalaman Bersama Nakes (Tenaga Kesehatan)

Sayang photo yang saya abadikan di pakaian mereja itu ikut hilang bersama HP saya yag tergondol maling, setelah keluar RS).

Pengalaman singkat kami selama 24 hari di RS ini memberi pelajaran yang sangat berharga bagaimana kita menghargai sebuah profesi, apapun itu.  Ternyata kita banyak ngga tahu tentang hal di luar kita yang selama ini mengungkung egoisme pikiran dan emosi kita.  Tapi ada hal yang secara universal menjadi common behavior yang bisa kita lakukan kepada siapapun, yaitu berkata terimakasih dan empati.  Say thanks and empathy.

Meskipun dalam sistem yang sempurna sekalipun, pasti saja ada kekurangan mereka merawat dan memperhatikan pasien, karena keterbatasan jumlah mereka dibandingkan dengan jumlah pasien.  Selama kami dirawat, beberapa kali saya dengar dari perawat bahwa RS terpaksa menolak pasien karena sudah overloaded.

Mengetahui dan memahami pekerjaan mereka, jumlah mereka, pengorbanan mereka, kami hampir tidak pernah komplain atas pelayanan yang diberikan.  Apapun kami terima sebagai konsekuensi kami sebagai pasien.  Tak pantas rasanya harus menyalahkan mereka yang sudah berjuang dengan nyawa mereka untuk pasien covid untuk hal-hal yang kecil.

Di tengah “penderitaan” yang kita rasakan, masih ada orang yang lebih menderita. Dibandingkan dengan mereka, manja amat ya kita kalau hanya jadi pasien, mengeluh kepada mereka yang lebih berat menghadapi situasinya?

Itulah positive sight yang saya dapatkan.  _When we lose sight of positive and focus on the negative, we’re more likely treat others poorly; we might insult them, and ignore or exclude them, kata Locklear, Taylor and Ambrose (2020).

Ketika kita kehilangan sisi positif dan hanya fokus pada hal negatif yang dilakukan oleh para nakes kepada kita (misalnya, makanan telat sedikit, ruangan telat dibersihkan, tidak tepat ambil sampel darah, obat telat, bel dipencet tapi ngga ada yang datang segera dll), maka kita akan memperlakukan mereka dengan tidak baik, merendahkan mereka dan menyepelekan mereka.  Ini yang disebut Locklear et al. dengan uncivil behaviors yang kemungkinan semakin meluas (yang dipicu dengan adanya kasus covid ini).

Perdananews