by

Pengalaman Bersama Nakes (Tenaga Kesehatan)

“Bapak kenal pak Putranto, perawat senior kita, yang pernah merawat bapak juga?”

“Iya ada banyak nama, tapi saya ngga ingat satau-satu”

“Beliau gugur pak, kemarin.  Ya itu resiko kami pak”.

Saya terdiam sejenak, ingin melihat emosinya ketika mengatakan itu.  Tapi tidak tertangkap, karena hanya terlihat matanya dan Dominggus tetap saja melanjutkan pekerjaannya mengukur tekanan darah dan mengambil sampel darah.

Menyebut kata gugur itulah sebagai ungkapan penghormatan kepada mereka teman sejawat, yang meninggal ketika menjalankan tugas.  Nama nama itu gugur satu satu, yang menurut saya merekalah sejatinya pahlawan, tanpa pernah terekspose oleh medsos yang gegap gempita

“Maaf ya pak.  Tarik nafas dalam.  Sakit pak?”, begitu setiap kali mereka akan mencubles bagian tubuh saya.

“Terimakasih.  Sehat selalu ya bro, jaga kesehatan baik-baik”.  Itu yang kemudian sering kami katakan kepada mereka, mulai dari para dokter, perawat, pramusaji, petugas kebersihan, petugas teknis dan lain-lain, yang sering keluar masuk ruang perawatan kami.  Hanya itu yang bisa kami lakukan.

-(Saya beberapa kali mengabadikan pakaian hazmat yang mereka kenakan.  Di belakang baju mereka banyak tulisan lucu-lucu dan penyemangat kepada pasien.  “We care and cure for you”.  “Fight till the end”.  “Pantang menyerah sebelum pasien sembuh”.  “Blassius for you (dengan gambar hati,  Ninik cantik, Eva ada untuk anda dan lain-lain)”. 

-Banyak kata yang memberi semangat.   Banyak juga ungkapan ekspresi mereka unkuk menghibur diri diantara mereka.  Kadang mengharukan juga melihat tulisan-tulisan itu.

Perdananews