by

Selamat Hari Guru, Sang Pelita Zaman

Oleh Ira Indrawardana / Dosen Antropologi FISIP UNPAD

PERDANANEWS.comSelamat Hari Guru, Sang Pelita Zaman. Ada yang tahu dan masih ingat Pak Tino Sidin ? Guru menggambar untuk para anak-anak di acara televisi TVRI sekitar tahun 80an dengan ciri khas kata-kata beliau selalu bilang “BAGUS” dalam mengapresiasi setiap karya hasil menggambar kiriman anak-anak se-Indonesia .

Masih ingatkah Bu Kasur? Guru TK yang selalu ceria dan berseri mengajari anak-anak asuhnya dalam acara di TVRI sambil bernyanyi dan bercerita fabel sarat pesan moral untuk mendidik anak-anak Indonesia.

Mereka semua saya apresiasi sebagai sifat dan karakter para Guru Indonesia.

Santun, cerdas, berkarakter nasionalis, jembar, penuh kasih sayang dalam mendidik para muridnya, dan apresiatif sekecil apapun terhadap hasil karya muridnya dengan tetap tegas obyektif dan santun dalam mengingatkan anak didiknya secara manusiawi.

Guru adalah salah satu profesi yang menuntut sikap ketulusan, kearifan, kejembaran dan ketegasan dalam mendidik muridnya. Guru adalah profesi terhormat meski tidak menuntut untuk dihormati, meski tidak menuntut untuk suatu kedudukan elite dalam masyarakat.

Guru sejati akan tetap memberi ilmunya kepada siapapun orang yang membutuhkan ilmunya dan bimbingannya tanpa pandang bulu. Ilmu apapun yang diberikan seorang Guru sejati adalah selalu diingatkan untuk memuliakan semua kehidupan di alam semesta ini.

Guru formal bertugas dan bekerja di lembaga dan institusi formal dalam berbagai tingkatan. Guru informal tidak bekerja dalam suatu kelembagaan formal tapi menunjukan sikap seorang Guru dan orang-orang menghormatinya sebagai guru dalam masing-masing profesi keilmuannya atau kepiawaiannya.

Tapi meskipun demikian tidak mudah menjadi pribadi sebagai seorang Guru yang sejati, seorang Guru yang benar-benar satu garis antara Tekad-Ucap-Lampahnya sehingga menjadi tauladan dan tuntunan dalam setiap perkataan dan perbuatannya yang konsisten.

Setidaknya sebagian besar kehidupan dari Sang Guru itu diabdikan untuk kemajuan para anak didiknya, siapapun demi tegaknya suatu kebenaran dan kebermanfaatan keilmuan yang dimilikinya agar bangsanya maju dan beradab. Agar dunia ini damai dan sejahtera.

Di lain pihak, ada juga Guru Utama, yang sedari sejak lahir membimbing dan mendidik kita tanpa kenal lelah dan pamrih dengan penuh kasih sayang. Dia adalah Orang Tua kita.

Perdananews