by

Pilkada 2020 Berpotensi Maraknya Jual Beli Suara

PERDANANEWS.COM –JAKARTA – Pilkada 2020 Berpotensi Maraknya Jual Beli Suara. Para kandidat kepala daerah terus menghitung hari pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember 2020. Setiap kandidat pasti akan mengalami dag-dig-dug dalam prolehan suara apalagi yang elektabilitasnya tidak terlalu jauh jaraknya antara satu kandidat dengan kandidat yang lain.

Namun di sisi lain kita patut bersedih, sebab pilkada 2020 dilaksanakan pada masa pandemic dimana masyarakat sedang mengalami kesusahan dan kekurangan dalam berbagai hal.

Hal ini dapat berefek buruk pada system demokrasi kita. Sebab dengan kondisi pandemic ini ada kemungkinan jual beli suara oleh masing masing kandidat dilakukan demi sebuah kemenangan.

Hasil analisa yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, mengatakan bahwa potensi politik uang di Pilkada 2020 akan meningkat.

Hal itu terjadi akibat dari dampak Covid-19 yang membuat ekonomi masyarakat makin sulit dan mengalami penurunan pendapatan.

Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena terkena PHK atau dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja karena perusahaan sudah tidak mamapu mengatasi tingginya biaya opesasional, sementara pendapatan menurun bahkan hingga nihil.

“Dari bulan Mei sampe dengan Oktober 2020, kalau lembaga survei bertanya ke masyarakat secara nasional bagaimana tingkat pendapatan rumah tangga Anda? 70 persen mengatakan pendapatan rumah tangga kami turun, dari 70 persen itu turunnya banyak sekali,” kata Djayadi dalam diskusi potensi dan jalan keluar dari kerawanan Pilkada 2020, Selasa (17/11/20).

Perdananews