by

Anis Matta Sang Umara dan Ulama

Oleh Kyai Abrar Rusdi Rifai – Pimpinan Ponpes Babul Khoirot Jatim

PERDANANEWS.comAnis Matta Sang Umara dan Ulama. Di Bata-bata, Pamekasan seorang kiai berujar, “Saya yakin sebenarnya Pak Anis ini adalah politisi yang juga seorang kiai.”

Pernyataan di atas diucapkan setelah yang bersangkutan mendengar paparan Pak Anis tentang pencapaian kejayaan Islam masa lalu yang begitu detail.

Bagaimana Ummat Islam tampil gemilang secara politik, ekonomi dan pendidikan, karena ulamanya ada orang-orang yang benar-benar berpengetahuan. Pengetahuan bukan setakat agama, tapi terkait semua lini kehidupan.

Mungkin di luar dugaan para kiai, Pak Anis memberikan paparan bahwa keluasan pengetahuan para ulama dahulu, karena mereka rata-rata adalah jebolan Madasah Nizhomiyah Bagdad. Sedang Nizhomiyah adalah sekolah dengan aqidah Asy’ariyah dan fiqh Syafi’i.

Pak Anis yang lulusan LIPIA dan berlatar Muhammadiyah, bisa begitu gamblang memberikan penjelasan dengan prespektif sejarah yang (seharusnya) lebih diketahui dan mendapat elaborasi dari politisi yang berlatar NU. Anis Matta Umara Ulama

Apakah karena berbicara di Madura, sehingga Pak Anis menyampaikan paparan tersebut? Oh, tidak! Sebab setahu saya beberapa kali sudah saya mendengar paparan serupa dari Pak Anis, baik pada orasi formal di panggung ataupun saat berbincang santai di hadapan secagkir kopi.

Berikutnya para kiai semakin terkaget ketika Pak Anis memberikan penjelasan terkait akar kata bahasa Arab yang sudah menjadi bahasa serapan dalam bahasa Indonesia. Seperti ummat dan rakyat.

Pak Anis begitu pandai membuat mentasrif masing-masing kata tersebut sesuai dengan kaidah shorof yang dipelajari di pesantren.

Baik ummat dan rakyat sebenarnya bermaksud sama, yaitu bangsa. Nah, kaitannya dalam konteks politik Indonesia penyebutan kata rakyat, ummat ataupun bangsa ini menarik untuk diurai.

Partai-partai yang berada di kanan (Islamis) begitu fasih melafazhkan ummat, untuk merepresentasi kumpulan manusia yang sedang diperjuangkan kemaslahatannya.

Perdananews