by

Omnibus Law dan Etalase Jalan Demokrasi

Oleh @Cak Windra

PERDANANEWS.comOmnibus Law dan Etalase Jalan Demokrasi. Media merupakan etalase dimana bisa meletakan ide gagasan agar mudah untuk dilihat oleh orang Alain. Opini maupun pendapat pandangan terpajang diatas etalase media. Tentu berbagai macam pandangan yang ada diatasnya warna serta bentuknya berbeda tidak bisa disamakan. Karena media adalah tempat untuk melahirkan fikiran dari berbagai macam orang tanpa terkecuali. Apalagi sudah disepakati bahwa negeri ini memilih untuk berada jalan demokrasi.

Sehingga apabila disepanjang jalan ada etalase media yang memajang opini, pandangan atau kritikan dan lainnya memang sudah sewajarnya. Jika kurang berkenan jangan dipandangi apalagi didekati. Tetapi sebaliknya apabila suka namun ada tataletaknya kurang pas maka tanggapan itu yang diperlukan. Bukan tudingan sebagai respon balasannya.

Setiap orang mempunyai opini, pandangan atau ide gagasan yang berbeda. Tidak bisa disamakan harus seragam kompak semuanya sama. Apabila ada yang sama berarti ada rasa yang sama juga diantara orang-orang tersebut. Sehingga ketika meletakan apa yang ada dalam fikirannya diatas etalase media jangan disalahkan. Lalu hal itu dianggap hoax.

Memang sudah resiko berjalan dalam jalan demokrasi. Karena akan berpapasan dengan orang berbagai macam dari daerah mana-mana serta latar belakang budaya yang berbeda. Terkadang dalam satu daerah tapi hanya beda kecamatan itupun sudah berbeda untuk budayanya. Bukan berarti satu kota atau kabupaten harus seragam budayanya. Kalau untuk budaya secara umumnya mungkin sama tapi masyarakat lokal setempat juga mempunyai budayanya sendiri yang turun-temurun. Merekapun mempunyai hak sama untuk mengaktualisasikan apa yang ada didalam fikirannya.

Luasnya wilayah negeri ini luas juga demokrasinya. Jadi kalau ada suara-suara lantang yang terdengar dari seluruh penjuru negeri merupakan hal biasa. Jangan lantas direspon yang luar biasa juga atau disuru yang lembut suaranya. Lalu ketika diatas etalase media harus yang menarik untuk tampilan visualnya.

Tetapi kalau ada tampilan yang semerawut diatas etalase media dan ada suara yang kurang menyenangkan tetap berikan ruang, untuk melahirkan opini dan pandangannya. Jangan dihambat-hambat biarkan berekspresi di alam demokrasi. Jangan juga dikatakan seperti sampah demokrasi.

Perdananews