by

Fakultas Ilmu Keperawatan UI Sambangi Menkes Terawan

PERDANANEWS.com – Jakarta. Fakultas Ilmu Keperawatan UI Sambangi Menkes Terawan. (9/11/20) Perwakilan Fakultas Ilmu Keperawatan yang dipimpin oleh  Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N melakukan pertemuan bersama Menteri Kesehatan Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K) di kantornya. Pada kesempatan ini juga, Dekan FIK UI ini didampingi oleh Dr. H. EDY WURYANTO, S.KP., M.Kep (DPR RI).

Dalam kesempatan tersebut, Agus Setiawan menyampaikan bahwa Implementasi pelayanan keperawatan di tatanan layanan primer, sekunder dan tersier di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Di pelayanan rumah sakit, masih banyak keperawatan yang bersifat vokasional, masalah keselamatan pasien masih banyak terjadi, angka kesakitan dan kematian masih tinggi.

Hal ini sejalan dengan strategi Kemenkes dalam mengedepankan layanan primer berfokus pada prevensi dan promosi sangat sesuai dengan karakter ilmu keperawatan. Sebagai tenaga kesehatan dengan jumlah terbanyak perawat mempunyai potensi dan peran strategis untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan.

Pengelolaan keperawatan yang belum terorganisir menyebabkan indikator mutu belum tercapai sepenuhnya sehingga kendali mutu dan biaya belum berjalan secara baik.

Selain itu, Pemicu kesenjangan yang terjadi adalah karena kualitas SDM keperawatan yang belum optimal, di sisi lain pengelolaan dari mulai pendidikan, roadmap, mapping, utilisasi dan pengawalan implementasi dan pengembangan belum berjalan optimal.

Oleh karena itu untuk mengoptimalkan peran perawat dalam pembangunan kesehatan, perlu adanya penguatan tenaga keperawatan dan pendidikan keperawatan profesional. Beberapa upaya telah dilaksanakan, antara lain: Studi yang dilakukan FIK UI tahun 2017 menunjukkan bahwa saat ini postur tenaga kesehatan berbentuk piramid, di mana tenaga vokasional lebih banyak dari pada tenaga keperawatan profesional.

Hal ini berimbas pada terhambatnya kegiatan praktik interprofesional, tidak optimalnya beban kerja yang berakibat pada menurunnya patient outcome, lambatnya penurunan angka kesakitan dan kamatian.

Perdananews