by

Jutaan Rakyat AT Masuk Jurang Kemiskinan

, Seorang pencari kerja bernama Farah, (28), telah berbulan-bulan mencari pekerjaan di Kuala Lumpur  ibu kota Malaysia. Farah sebelumnya  di-PHK dari mengajar di pusat tutorial pada bulan Maret 2020 dan kini dirinya hanya mengandalkan gaji suaminya yang bekerja di panti jompo dengan gaji apa adanya  serta sedikit bantuan dari pemerintah Malaysia.

“Kami hanya makan apa yang diperlukan untuk membuat kami kenyang,” tutur Farah.

Bahkan hampir saja wanita muda ini beserta suaminya menjadi tunawisma setelah masa sewa apartemen mereka berakhir saat lockdown. Mereka terpaksa harus meminjam uang dari kerabat untuk memperpanjang sewa  apartemen tersebut.

Christian Viegelahn, ekonom di Organisasi Buruh Internasional mengatakan ada lima negara ekonomi teratas Asia Tenggara masing-masing telah membelanjakan miliaran dolar uangnya untuk meningkatkan pendapatan guna meredam pukulan pandemi.

“Pemerintah rata-rata hanya membelanjakan 2,7 persen dari PDB untuk program semacam itu, jauh di bawah rasio global 10,8 persen. Pekerja informal, yang mewakili 76 persen dari total lapangan kerja di Asia Tenggara sering kali gagal,” tutup Christian. (sbr/red Perdananews)

Perdananews